- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/03/var-text-cara-membuat-tulisan-berjalan.html#sthash.nN7acxZ0.dpuf

Senin, 10 Juni 2013

Fanfic Komik Hai, Mikoo "Coklat Ajaib"

Coklat Ajaib
Kamis, 12 Februari. Seperti biasa, meski kini kelas mereka terpisah, Miiko, Mari, dan Yukko berjalan pulang bersama-sama. Mereka berjalan sambil memandangi toko-toko yang mereka lewati. Ada saja komentar yang terlontar saat melihat sesuatu yang unik.
"Wah, hiasan toko itu bagus! Lucu!" seru Miiko bersemangat sambil menunjuk sebuah toko dengan hiasan yang menarik. Yukko dan Mari mengangguk setuju. Mereka berhenti sebentar untuk mengintip bagian dalam toko.
"Eh, ada Miho, Yakko, Nozomi, dan cewek-cewek yang lain!"
"Iya, lusa 'kan Valentine," ujar Yukko mengingatkan.
"Oh iya!" Miiko buru-buru merogoh sakunya. "Ah, untung uang sakuku belum habis. Yukko sudah beli coklat belum?"
"Belum," jawab Yukko. "Aku belum menemukan coklat yang pas untuk Kenta."
"Ya sudah, kita mampir di toko ini, yuk!" ajak Miiko riang. Yukko dengan senang hati mengikuti, sementara Mari masuk ke toko dengan terpaksa. Meski begitu, ia tetap ikut masuk karena tidak ingin ketahuan iri pada sahabat-sahabatnya.
Di dalam toko, para gadis mantan penghuni kelas 5-3 – Nozomi, Yakko, Akane, Masumi, Keiko, dan Kaoru – sedang berpencar untuk memilih coklat yang berjajar rapi di rak-rak. Yukko dan Miiko buru-buru menyusul mereka. Untung saja ada Miho yang juga berdiri di dekat pintu, sehingga Mari tidak merasa terasing. Setidaknya, ia tidak menjadi satu-satunya orang yang tidak ikut membeli coklat.
"Mari-chan nggak beli?" tanya Miho.
"Kalau Miho-chan?" Mari bertanya balik. Ia memang sengaja menghindari pertanyaan Miho.
"Aku nggak beli coklat, tapi beli buku resep. Aku mau buat kue coklat yang lebih enak daripada biasanya," jawab Miho.
"Miho buat untuk siapa?" tanya Mari, penasaran sekaligus iri. Tahun lalu Miho membuat dan memberi coklat valentine untuk Tappei, tapi karena kini Tappei sudah punya Miiko, Mari yakin Miho tidak akan memberi coklat pada Tappei lagi.
"Rahasia," jawab Miho misterius. "Oh, Keiko-chan sudah selesai belanja. Aku duluan."
"Iya," sahut Mari kecewa. Sekarang ia benar-benar sendirian. Aneh sekali rasanya.
"Yukko, Miiko, sudah selesai belum?" tanya Mari pada sahabat-sahabatnya yang masih membanding-bandingkan coklat yang akan dibeli.
"Tunggu sebentar, ya. Aku mau beli coklat yang istimewa untuk Kenta tahun ini."
"Aku juga! Kira-kira Tappei suka yang mana, ya?"
Mari menghela nafas. Kedua matanya tak berhenti memandangi kedua sahabatnya yang sedang memilih coklat untuk pacar mereka masing-masing. Harus diakui, ia iri. Sejak dulu, ia selalu iri jika melihat gadis-gadis membeli coklat valentine untuk pacarnya. Ia selalu menantikan saat ia bisa melakukan rutinitas tahunan itu. Sayangnya, sampai sekarang saat itu belum tiba. Dulu ia memang pernah memberi coklat untuk laki-laki yang disukainya, tapi perasaannya tidak pernah terbalas. Sempat terpikir olehnya untuk memberi coklat untuk orang yang disukainya sekarang, tapi pikiran itu langsung dibuang jauh-jauh olehnya. Ia tidak mau lagi memberi coklat pada seseorang yang tidak membalas perasaannya, apalagi orang itu menyukai sahabatnya sendiri.
"Mari-chan nggak beli coklat?" tanya Miiko tiba-tiba. Pertanyaan itu terdengar menyebalkan di telinga Mari, meski Miiko tidak bermaksud membuat Mari kesal.
"Kasih saja ke Nakazawa! Pasti dia senang kalau dapat coklat dari Mari-chan," usul Miiko.
"Iya, dia juga banyak menyemangati Mari-chan selama tahun ini," tambah Yukko.
"Sudah kubilang, aku lebih suka cowok tenang yang bisa diandalkan," protes Mari.
"Memangnya Nakazawa nggak bisa diandalkan?" tanya Miiko bingung. "Dia 'kan sering sekali menawarkan untuk bantu Mari-chan."
"Lebih baik Mari-chan terus terang saja pada Nakazawa," saran Yukko. "Pasti dia mengharapkan jawaban darimu."
"Pasti dia juga ingin dikasih coklat dari Mari-chan!" tambah Miiko. "Jadi, Mari-chan tetap nggak mau beli?"
"Buat apa, buang-buang uang," jawab Mari ketus. "Ya sudah, aku pulang sendiri."
Mari melangkah meninggalkan toko, membuat Yukko dan Miiko bingung. Rasanya tidak ada kata-kata mereka yang menyinggung perasaan Mari. Memang tidak ada kata-kata mereka yang menyinggung perasaan Mari. Hanya saja, kata-kata mereka tentang Nakazawa membuat Mari kesal.
Menurut Mari, ia tidak perlu penggemar seperti Nakazawa. Pada awalnya, memang menyenangkan disukai oleh Nakazawa. Tapi Nakazawa memang bukan tipe Mari. Seperti yang Mari katakan pada Miiko dan Yukko tadi, ia mengagumi orang yang tenang dan dapat diandalkan.
Yang diinginkannya hanya satu orang untuk menyukainya. Hanya satu orang itu saja. Ia tidak mengimpikan banyak penggemar seperti yang dimiliki Miho atau Tappei. Ia hanya menginginkan perasaan suka dari orang itu.
Siapa orang itu? Tidak lain, lelaki paling dapat diandalkan yang pernah ditemui oleh Mari. Yoshida Ikuya.
Yoshida yang masih belum berubah dari kelas lima. Ia masih menyukai Miiko, meski kabar kalau Miiko sudah berpacaran dengan Tappei bukan lagi rahasia. Yang lebih menyakitkan bagi Mari, Yoshida masih meminta saran darinya tentang Miiko. Meski Mari sudah menyarankan pada Yoshida untuk melupakan Miiko, Yoshida kelihatannya tetap tidak bisa. Perasaan memang sulit diubah.
"Harusnya aku yang disukai olehnya, bukan Miiko!" gerutu Mari kesal pada dirinya sendiri.
"Kalau begitu, kau mau ini?"
Mari terkejut. Ia menoleh ke sebelah kiri jalan dan menemukan seorang berjubah hitam panjang. Orang itu menyodorkan sebuah plastik kecil berisi coklat padanya.
"Apa itu? Coklat?" tanya Mari penasaran.
"Coklat ajaib ini dapat membuat siapapun yang memakannya di depanmu jatuh cinta padamu," jelas sang orang berjubah, membuat Mari semakin penasaran.
"Benar nih?"
"Ya. Kalau tidak percaya, coba saja."
"Tapi harganya mahal tidak?" tanya Mari sambil mengeluarkan dompetnya. Di dalam dompetnya itu hanya 250 yen yang tersisa, karena Mari baru saja membeli berbagai alat untuk membuat komik terbarunya. Ia berharap coklat itu tidak begitu mahal.
"Tidak, cukup 150 yen saja."
"150 yen? Baiklah," kata Mari sambil menyerahkan uang pada orang misterius itu. Mari mengambil coklat yang disodorkan olehnya.
"Terima kasih. Semoga berhasil mendapatkan yang kau mau."
"Iya," ucap Mari sambil berlalu. Sambil berjalan pulang, dipandangnya lagi coklat kecil berbentuk hati itu.
Mungkin coklat mungil inilah jawaban dari masalahnya.

Senin, 27 Mei 2013

Renungkanlah....



Suatu hari , Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.


1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?

Murid-muridnya ada yang menjawab “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya” ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar.

Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”. Sebab kematian adalah PASTI adanya….




2. Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?

Murid-muridnya ada yang menjawab… “negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang” Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…

Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”.
Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu, sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan datang..


3. Apa yang paling besar di dunia ini?

Murid-muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi”, dan “matahari”.
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”. Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat).


4. Apa yang paling berat di dunia ini?

Di antara muridnya ada yang menjawab… “baja”, “besi”, dan “gajah”.
“Semua jawaban hampir benar…”, kata Sang Guru, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”


5. Apa yang paling ringan di dunia ini?

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan”.
“Semua itu benar…”, kata Sang Guru, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan ibadah.


6. Pertanyaan terakhir, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !”

“(hampir) Benar…”, kata Sang Guru. Tetapi yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri

Sabtu, 18 Mei 2013

Apa Kata Orang ?

* pake kerudung besar ? 
Apa kata orang ?

* pake baju yg besar dan menutup lekuk tubuh ? 

Apa kata orang ?

* ga pacaran ? 

Apa kata orang ?
* mau berkomitmen lebih serius ?

 Apa kata orang ?

* ga nikah ? 

Apa kata orang ?

=> msh mau mikirin apa kata orang ??? Tapi, ga mikirin APA KATA ALLAH ??? ...

Hellooowh guys,
ngapaen capek-capek mikirin apa kata orang ?
Apa kalo kita masuk Neraka orang peduli ? ...

Peduli amat, amat aja ga pedulii... Hhihi

Be your self !
Tunjukkan identitas kita sbg MUSLIM/­MUSLIMAH.

Ukeh.... Ukeh...
Cocok ?

Peniup Seruling Ajaib

Ketika adzan berkumandang 5 kali sehari
seluruh warga kota musik terperangah, Subhanallah !
Bagai peniup seruling ajaib,
berbondong-bondong warga kota musik membrsihkan diri,
menghadap kiblat berdialog dengan Illahi Robbi
bebondong-bondong warga kta musik sambung menyambung menyuarakan
panggilan untuk kemenangan.


Ketika suara musik dari seluruh penjuru dunia mengalun,
syair syahdu, merdu, mendayu, merayu menyatu penuh rasa kagum
mngajak suruh warga kpta musik bersuka cita, berbagi rasa, berbagi kebahagiaan. Subhanallah !
Lihatlah, tidak seorangpun duduk berpangku tangan,
memendam rasa rindu berkepanjangan.

Semua bergairah, penuh semangat mengahadapi hidup  !

Ketika dentang-dentang waktu berbunyi,
bagai peniup seruling ajaib
mengajak saluruh warga kota musik memulai
kehidupan baru yang leih baik,
bukankah Rasulullah SAW bersabda,
"Today should be better than yesterday , and tomorrow should be better than today"

Ketika suara-suara hadir menggetarkan kalbu,
merasuk sukma
mengajak kita bertafakur,
merenungi nikmat yang Allah karuniakan
sudahkah kita bersyukur?
Bagai peniup seruling ajaib,
mengajak seluruh warga kota musik untuk menaikkan doa

Marhaban ya Ramadhan

Jumat, 17 Mei 2013

Nigahiga. Ryan Higa.

Eeeeiiittsss tunggu dulu, yang KPop haters jangan di close dulu, dia bukan artis Korea kok, bukan anggota boyband, apalagi girlband. Apalagi anggota sm*sh makan so nice....

Dia adalah THE SUPER DUPER DOUBLE TRIPLE AWESOME NigaHiga !!


Oke, mari gue jelaskan disini apa itu NigaHiga. Menurut wikipedia, NigaHiga adalah a popular YouTube channel, and personality of Japanese American Ryan Higa (born June 6, 1990 (age 22), in Hilo, Hawaii). Nah, artiin sendiri deh. Seandainyaaaa aja nigahiga ada di wikipedia Indonesia....

Jadi intinya, nigahiga itu channel YouTube super terkenal punyanya Ryan Higa, seorang Jepang-Amerika yang lahir di Hawaii. Nama nigahiga yang dipakai untuk channel itu berasal dari kata "Niga" yang dalam bahasa Jepang artinya adalah "rant" atau "jangan buang air besar sembarangan di bis umum". Lho?

Boong ding, gila aja arti kata "rant" bisa segitu panjang. Daripada salah, cari tau sendiri aja ya.

Back to the topic, nama nigahiga selain dari kata Niga yang berarti "rant" juga dari Higa yang merupakan nama belakang Ryan.

Ryan Higa ini sekarang umurnya kira-kira 22 tahun ya. Seumuran sama Seungri dari Bigbang ya kalo gak salah? Lho kok malah nyasar ke KPop?

Video pertama yang gue lihat dari channel nigahiga adalah "Daily Life of Rustin Hieber"

Nah, video ini tuh keren beud! BEUD! Apaan tuh 'beud'?
Menurut gue, video ini tuh awal-awalannya agak jayus dikit, pas bagian "are you recording?" (eh bener gak sih dia ngomongnya gitu?). Tapi selanjutnya, lucu!
Ryan Higa kalau dilihat-lihat ganteng juga lho .________. Beneran! *sifat perempuan ababil pun muncul*
Terus badannya bagus lagi!!!!!!!!! *semakin ababil*
Ototnya itulhoooo, sixpack lagi!!!!!!!!!!!!! *.............*
Tapi entahlah. Walaupun dia cool, badannya bagus, or whatever it is, karena emang video-videonya ditujukan buat melawak, sewaktu seharusnya dia kelihatan cool dengan menunjukkan badannya yang ehm itu, malah jadi bahan tertawaan seoalnya.... yah bingung deh gue njelasinnya.
See? Harusnya dia kelihatan keren di foto ini,
soalnya badannya kelihatan. Tapi semua itu hancur
ketika kita melihat ekspresi wajahnya.....

Foto diatas adalah bagian dari video "Movies In Minutes - Facebook The Movie"



Mau lihat badannya lagi? -___- Coba videonya yang "Like A Good Boy" dari 0:42-0:46, "Superhero" dan kayaknya masih banyak lagi.
Oke, dan inilah videonya nigahiga yang nggak pernah bosen gue tonton. "A Message To All Haters" !!! Apalagi dari detik 0:14-0:23.

Favorit!!!

Di video diatas, Ryan kelihatan cupu hahaha. Ya ukurannya lebih cupu lah daripada video-videonya yang sekarang (FYI, video ini di upload tahun 2008. Pas gue masih kelas 5 SD tuh!). Dan, wajahnya disini kelihatan kusem. Nah ini kenapa malah ngritik mukanya Ryan? Tapi tetep, senyumnya yang cutek abisk tetep bikin dia ganteng *ababilnya keluar lagi*
Nah, selain faktor fisiknya dan videonya yang bikin gue kesemsem, juga gara-gara skillnya dia buat ngomong super panjang bagaikan kereta api disambung sama kereta listrik, kereta uap, komuter, komputer, kursi, meja, kentang, cabe.... dan ngomongnya cepet banget!!

Ah tambah cinta <3. Ah oke stop it.
Ryan Higa itu keren banget. Suaranya juga keren. Sewaktu nonton video yang ada di bawah ini, gue sempet berfikir ; g*** k***** ba****t s*****ya!!!!! Lho kok dikasih bintang-bintang sih? Padahal gue kan cuman bilang gila kerenn baanget suaranya!!!!! Plis deh.


Di video diatas, Ryan nyanyi bareng dua orang lainnya, salah satunya namanya Kevin Wu, sedangkan yang satunya lagi gue gak tau .-. Walaupun autotuned, tapi entahlah, tetep bagus aja hahaha.
Sejauh ini gue baru lihat Ryan nyanyi di "Shed a Tear", "Daily Life of Rustin Hieber", sama "Like a Good Boy" aja.
Daaaaaan, inilah video yang apa ya.... pokoknya ah kalian juga harus lihaaat!!!!!!

Pas bagian PubertyBOP lucu banget!
Okkedeh,s egitu dulu aja. Jangan lupa, subscribe orang ini. Nggak mau subscribe? NGGAK MAU SUBSCRIBE???!!!!!! Ya nggak papa.
Oke babai!
Sumber gambar :
http://edelalon.com/blog/2009/06/ryan-higa/
http://isatv.com/?p=3459
http://www.seandenoyer.com/?tag=ryan-higa

More about him and his videos:
http://en.wikipedia.org/wiki/Nigahiga

Ryan Higa's official website:
http://www.higatv.com/